Sabtu, 12 September 2015

SISTEM PENGEREMAN

SISTEM PENGEREMAN
  1. Rem drum : adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat kendaraan dengan baik maka, sepatu rem di buat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Rem drum memiliki kelemahan jika terendam air, tidak dapat berfungsi dengan baik karena koefisien gesek berkurang secara significant. Oleh karena itu parts ini mulai ditinggalkan dalam dunia otomotif dan kemudian menggantinya dengan rem cakram.
  2. Rem cakram : adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Cara kerja rem ini ialah dengan  cara menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem ( brake pads ) ke cakram. Rem ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor dan juga sepeda. Sementara pada mobil balap, bahan yangdigunakan biasanya dikeramik agar lebih tahan panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.

Pengertian Rem Cakram Dan Rem Tromol

Pengertian Rem Cakram Dan Rem Tromol

Sebelum kita mengetahui pengertian rem cakram dan rem tromol, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian rem.
Rem adalah suatu peranti untuk memperlambat atau menghentikan gerakan roda, secara otomatis gerak kendaraan menjadi pelan. Energi kinetik yang hilang dari benda yang bergerak ini biasanya diubah menjadi panas karena gesekan.


Pada dasarnya ada 2 jenis rem yang umumnya digunakan pada motor yaitu :
Rem Cakram (Disk Brake)
Rem Cakram adalah rem yang bekerja atas dasar menjepit cakram (disk) yang dipasangkan pada roda kendaraan, pengereman untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram.
Rem Tromol (Drum Brake)
Rem tromol adalah rem yang bekerja atas dasar gesekan antara kampas rem dengan tromol (drum) yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan, sehingga diharapkan dapat mengurangi laju motor secara perlahan.

 

macam-macam rem tromol

macam-macam rem tromol      rem tromol sebagaimana anda ketahui terdiri atas tromol,kampas dan cylinder heel.secara garis besar tromol terbagi menjadi 4 macam yaitu : leading and trailing two leading uni servo duo servo      keempat macam rem tromol itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.berikut ini kelebihan dari masing-masing rem tromol : leading and trailing    rem tromol tipe ini memiliki satu cylinder wheel dan satu anchor pin.cylinder wheel adalah tempat piston mendapatkan tekanan dari minyak rem untuk bergerak keluar dan mendorong kampas rem.dimana dalam satu cylinder wheel terdapat dua buah piston.                                                            two leading pada rem tromol tipe ini terdiri atas dua cylinder wheel dengan masing-masing cylinder wheel memiliki satu piston.sementara pada satu sisi lainnya dari cylinder wheel dilengkapi dengan penyetel.cylinder wheel ini terpasang padabacking plate                                    uni servo rem tipe ini memiliki satu buah cylinder wheel dan satu buah penyetel rem yg mengembang.maksud dari mengembang adalah penyetel rem ini tidak terpasang pada backing plate dg baut ataupun secara permanen ke backing plate.sementara di dalam cylinder wheel hanya terdapat satu buah piston.                                    duo servo rem tromol ini memiliki satu cylinder wheel dan satu buah penyetel rem yg mengembang juga.perbedaan tipe ini dg uni servo adalah pada rem tipe ini memiliki dua buah piston di dalam cyilinder wheel.                                    


Motor Bensin

Motor Bensin

MOTOR BENSIN
PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN 4 TAK DAN 2 TAK
Prinsip Kerja Motor Bensin
Pada dasarnya prinsip kerja pada motor bensin terdiri dari 5 hal yaitu:
  1. Pengisian campuran udara dan bahan bakar
  2. Pemampatan/pengkompresian campuran udara dan bahan bakar
  3. Pembakaran campuran udara dan bahan bakar
  4. Pengembangan gas hasil pembakaran
  5. Pembuangan gas bekas
Prinsip kerja motor bensin diatas pada:
* pada motor 4 tak,
Diselesaikan dalam: empat gerakan piston atau dua putaran poros engkol.
* Pada motor 2 tak,
Diselesaikan dalam dua gerakan piston atau satu putaran poros engkol.
LANGKAH KERJA MOTOR
Langkah kerja motor terdiri dari :
  1. Langkah isap
  2. Langkah kompresi
  3. Langkah usaha
  4. Langkah buang
CARA KERJA MOTOR 4 TAK
Prinsip Kerja Motor 4 tak
1. Langkah isap
Piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar diisap ke dalam silinder. Katup isap terbuka sedangkan katup buang tertutup. Waktu piston bergerak ke bawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum, masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder disebabkan adanya tekanan udara luar (atmospheric pressure).
2. Langkah kompresi
Piston bergerak dari TMB ke TMA. Dalam langkah ini, campuran udara dan bahan bakar dikompresikan/dimampatkan. Katup isap dan katup buang tertutup. Waktu torak mulai naik dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA) campuran udara dan bahan bakar yang diisap tadi dikompresikan. Akibatnya tekanan dan temperaturnya menjadi naik, sehingga akan mudah terbakar.
3. Langkah usaha
Piston bergerak dari TMA ke TMB. Dalam langkah ini, mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakan kendaraan. Sesaat sebelum torak mencapai TMA pada saat langkah kompresi, busi memberi loncatan bunga api pada campuran yang telah dikompresikan. Dengan terjadinya pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak kebawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin (engine power).
4. Langkah buang
Piston bergerak dari TMB ke TMA. Dalam langkah ini, gas yang terbakar dibuang dari dalam silinder.  Katup buang terbuka, piston bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas bekas pembakaran ke luar dari silinder.
Ketika torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan berikutnya, yaitu langkah isap.
CARA KERJA MOTOR 2 TAK
Prinsip Kerja Motor 2 tak
1. langkah isap dan kompresi
Piston bergerak ke atas. Ruang dibawah piston menjadi vakum/hampa udara, akibatnya udara dan campuran bahan bakar terisap masuk ke dalam ruang dibawah piston. Sementara dibagian ruang atas piston terjadi langkah kompresi, sehingga udara dan campuran bahan bakar yang sudah berada di ruang atas piston suhu dan tekanannya menjadi naik. Pada saat 10-5 derajat sebelum TMA, busi memercikan bunga api, sehingga campuran udara dan bahan bakar yang telah naik temperatur dan tekanannya menjadi terbakar dan meledak.
2. Langkah usaha dan buang
Hasil dari pembakaran tadi membuat piston bergerak ke bawah. Pada saat piston terdorong ke bawah/bergerak ke bawah, ruang di bawah piston menjadi dimampatkan/dikompresikan. Sehingga campuran udara dan bahan bakar yang berada di ruang bawah piston menjadi terdesak keluar dan naik ke ruang diatas piston melalui saluran bilas. Sementara sisa hasil pembakaran tadi akan terdorong ke luar dan keluar menuju saluran buang, kemudian menuju knalpot.
Langkah kerja ini terjadi berulang-ulang selama mesin hidup.
Keterangan : Pada saat piston bergerak ke bawah, udara dan campuran bahan bakar yang berada di ruang bawah piston tidak dapat keluar menuju saluran masuk, karena adanya reed valve. 

KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN MOTOR 2 TAK DIBANDING MOTOR 4 TAK
KEUNGGULAN MOTOR 2 TAK DIBANDING 4 TAK
1. Untuk ukuran dan putaran yang sama daya yang dihasilkan lebih besar
  • Secara teoritis daya motor 2 tak dua kali lebih besar dibanding motor 4 tak

Pengertian blok silinder

Pengertian blok silinder

Blok Silinder adalah salah satu alat pada motor yng bersifat statis yang fungsinya sebagai tempat bergeraknya piston dalam melaksanakan proses kerja motor.

Blok silinder dan cara mengatasi kerusakan blok silinder

Macam-macam blok silinder

blok silinder dibagi dalam dua golongan besar, yaitu:

1. Blok silinder motor 4 tak.

Silinder motor 4 tak tidak terdapat lubang-lubang apapun di bagian dalam dinding silindernya.

2. Blok silinder 2 motor tak

Silinder motor 2 tak terdapat lubang-lubang pada bagian dalam dindinmg silinder.

Kerusakan yang sering terjadi pada blok silinder

Kerusakan yang sering terjadi pada blok silinder adalah tergores / aus / lubang silinder membesar, sehingga hal ini  dapat mengakibatkan piston menjadi rusak / kocak/ longgar di dalam silinder.

Dan apabila blok silinder sampai mengalami kerusakan demikian maka akan terjadi hal-hal berikut:

1. Akibat kerusakan blok silinder pada motor 4 tak

a. Kompresi motor menjadi bocor.
b. Motor sukar untuk dihidupkan.
c. Tenaga motor berkurang / motor tidak bertenaga.
d. Suara motor tidak normal / ngempos.
e. Motor tidak bisa langsam / lepas handle gas motor akan mati.
f. Gap ring piston cepat sejajar / segaris.
g. Ring piston sejajar / segaris.
h. Oli di bak perseneling naik / merembes masuk kedalam ruang bakar.
i. Oli motor cepat kotor, hitam dan cepat encer.
j. Oli motor cepat berkurang / habis.
k. Ruang bakar cepat kotor dengan arang / karbon.
l. Kepala piston cepat kotor dengan arang.
m. Busi motor cepat kotor dengan arang.
n. Busi motor cepat lemah / mati.
o. Knalpot motor cepat kotor dan mengeluarkan asap yang tebal.

2. Akibat kerusakan blok silinder pada motor 2 tak

a. Kompresi motor menjadi bocor / lemah.
b. Motor sukar untuk dihidupkan.
c. Tenaga motor berkurang / ngempos.
d. Suara motor tidak normal / pincang.
e. Motor tidak stationer / langsam.
f. Ring piston cepat lemah / patah.

Perbaikan pada blok silinder yang rusak

Apabila blok silinder mengalami kerusakan yaitu dinding silinder bagian dalam tergores / aus, maka cara perbaikannya adalah dengan meng-korter silinder yaitu dengan merubah ukurang lubang .

Dengan bertambahnya ukuran lubang silinder maka bertambah pula CC / isi silindernya yang biasa disebut sebagai over size / perubahan ukuran di atas ukuran standar.

Perubahan ukuran silinder terdiri dari 4 tahap yaitu:

a. 0,25 berarti : over size 0,25mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk pertama kalinya.
b. 0,50 berarti : over size 0,50mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk kedua kalinya.
c. 0,75 berarti : over size 0,75mm, yaitu silinder mengalami perubahan untuk ketiga kalinya.
d. 0,100 berarti : over size 0,100mm, yaitu silinder mengalami perubahan unkuran untuk keempat kalinya atau terakhir kalinya.
Blok silinder dan cara mengatasi kerusakan blok silinder
Setelah pada tahap silinder over size 0,100 maka silinder sudah tidak bisa di korter lagi. Dan langkah perbaikannya adalah dengan mengganti blok silinder baru, atau blok silinder lma di shock kembali.

Pekerjaan over size silinder ataupun sok silinder adalah dilakukan oleh bengkel bubut.

Catatan:

Pemakaian blok silinder, piston dan ring piston harus dalam satu ukuran, misalnya: silinder masih ukuran standar maka piston dan ring piston harus menggunakan ukuran standar juga.

Silinder motor 4 tak dimana dari titik mati atas  sampai titik mati bawah tidak terdapat lubang.
Silinder blok motor 2 tak berbeda bentuknya dengan motor 4 tak dimana untuk motor 2 tak bentuk silinder antar titik mati atas dan titik mati bawah terdapat lubang atau saluran gas buang dan gas baru dan saluran bilas.

Dengan srtikel ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa fungsi blok silinder pada motor.
2. Silinder dibagi dalam berapa macam dan sebutkan.
3. Apa efek dari silinder yang aus.
4. Apa yang dimaksud over size.
5. Over size ada berapa tahap dan sebutkan.
6 Cara mendeteksi kerusakan blok silinder.
7. Cara mengganti kerusakan blok silinder.

MACAM-MACAM PISTON & PENGERTIAN DARI OFFSET ENGINE

Sekarang saya akan mengetengahkan macam – macam jenis piston. Banyak sekali jenis piston yang beredar di pasaran otomotif, dan hampir setiap merk kendaraan menggunakan jenis piston yang berbeda – beda. Namun semua perbedaan itu dilakukan dalam mencapai kemampuan mesin yang maksimal dari setiap produk kendaraan yang dibuat oleh para produsen kendaraan tersebut.Dari beragamnya jenis – jenis piston yang beredar di pasaran otomotif , kita dapat membaginya menjadi 4 macam jenis piston. Berikut ini akan saya sebutkan macam – macam jenis piston tersebut dan penjelasannya:
1. Split piston
Pada piston tipe ini terdapat alur dibagian luar yang segaris dengan lubang pin piston. Biasanya alurnya berbentuk setengah bulat atau model U .
2. Slipper piston
Piston  tipe ini memiliki coakan pada bagian bawah badan piston. Adapun tujuan pembuatan coakan ini adalah untuk memperendek langkah piston sehingga dapat dihasilkan mesin dengan perbandingan kompresi yang tinggi serta dengan ketinggian mesin yang lebih pendek.
3. Authothermic piston 
Pada piston ini terdapat sebuah kawat baja yang berupa ring, yang mana kawat ini berfungsi untuk menyerap panas  pada bagian kepala piston, sehingga pemuaian yang berlebihan pada piston  dapat dihindari.
4. Oval piston 
Piston jenis ini memiliki bentuk oval , sehingga ketika mesin telah hidup dan panas mesin sudah mulai mencapai suhu kerja, maka piston ini akan mengalami perubahan sehingga menjadi bulat benar. Pembuatan bagian oval ini lah yang akan menyerap panas di piston agar tidak terjadi pemuaian piston yang berlebihan sehingga piston dapat terkancing atau menggesek dinding silinder blok.

Cara Kerja Piston pada Kendaraan

Cara Kerja Piston pada Kendaraan

Piston tidak bekerja jadi tidak benar jika kita pertanyakan cara kerja piston. piston hanya bergerak jika mesin menggerakkannya. Apapun engine nya (apakah 4 stroke or 2 stroke), diperlukan 3 hal untuk menggerakkan mesin :

  1. Campuran antara sesuatu yang dapat terbakar.. (flammable) dan udara. Flammable dapat saja berupa bensin, bensol, metanol dsb
  2. Dapat dikompress, dimana kompress nya dilakukan oleh piston
  3. Ada pengapian terhadap campuran bensin dan udara pada saat yang tepat.
Proses nya sendiri sebenernya simple, ada beberapa step yaitu : masukkan campuran bensin dan udara (suck), mampatkan oleh piston (Compress), terjadi pengapian oleh busi(ignite) dan terjadi ledakan yang menggerakkan piston (blow). Itu saja prinsipnya … simple khan… :)

Nah apa pula itu ada 4 stroke (4 tak) dan ada pula 2 stroke (2 tak). Pada engine 4 tak, intake valve terbuka, engine piston turun, dan memasukkan campuran bensin dan udara ke cylinder. Kemudian intake valve tertutup engine piston naik sambil memampatkan campuran bensin dan udara tadi. Busi memantikkan api dan terjadi ledakan. Ledakkan tadi mendorong piston kebawah dengan power yang besar. Sewaktu piston naik, exhaust valves terbuka, dan membuang gas hasil pembakaran terusss ke knalpot. Gitu simple nya cara kerja engine 4 tak… So.. 4 stroke terdapat 4 gerakan piston yaitu piston down, piston up, piston down, piston up… jadi disebut 4 stroke… betul ???? :)


Nah bagaimana dengan engine 2 stroke …?? Pada engine 2 stroke, engine piston down langsung dipenuhi campuran bensin dan udara, engine piston up langsung terjadi pengapian dan ledakan. Bedanya sewaktu piston ke bawah langsung ngebuang gas.. dan langsung ngisi campuran bensin dan udara untuk pengapian selanjutnya.. So yang terjadi cuma engine piston down dan engine piston up… betul..??? (kayak ustadz aza gue..)
Dari cara kerja diatas, gampang ditarik kesimpulan bahwa engine 2 tak akan lebih cepat 2 kali (tepatnya nggak 2 kali seh.. 1.8 atau 1.9 karena ada faktor gesekan dsb) dibandingkan dengan 4 tak. Jadi walau cc nya sama misalnya 125cc, engine 2 tak nggak bisa dibandingin dengan engine 4 tak.. Nggak fair… Jadi cc hanya salah satu ukuran, masih ada ukuran lain seperti jenis stroke / tak, carburators dsb… yang turut menyumbangkan power suatu motor…:)